hasil pertanian
Pertanian

Potensi Daerah Hasil Produksi Sektor Pertanian di Kota Surabaya

Total Luas lahan pertanian yang ada di Surabaya Tahun 2021 sebesar 6.234,6 ha dibedakan berdasarkan jenis peruntukan tanamannya, diantaranya sebagai berikut:

  1. lahan Pertanian sawah  1179,60 ha.
  2. Lahan Pertanian bukan sawah sebesar 5055 ha

Lahan tanaman pangan di tahun 2021 petani Surabaya telah memanen 1291 ha dengan total produksi 8238,35 ton, dengan rincian:

  1. tanaman padi 1241,80 ha; produksi  8076, 13 ton;
  2. tanaman jagung 49,20 ha ; produksi 162,22 ton.

Total luas panen untuk tanaman sayuran tahun 2021 tercatat sebesar 311,50 ha dengan total produksi 806,46 ton, terdiri atas:

  1. tanaman cabe 147 ha; produksi 628,41 ton;
  2. tanaman tomat 8,5 ha; produksi 2,5 ton ;
  3. tanaman bayam 22 ha; produksi 13,80 ton;
  4. tanaman sawi 59 ha; produksi 101,71 ton;
  5. tanaman kangkung 65 ha; produksi 33,84 ton;
  6. tanaman buah musiman 10 ha; produksi sebesar 26,20 ton.

Dari Kategori tanaman buah buahan total produksi tahun 2021 sebesar 6763,87 ton, dengan rincian sebagai berikut:

  1. produksi tanaman mangga 5025,98 ton;
  2. Produksi tanaman jambu air 196,87 ton;
  3. Produksi tanaman jambu biji 137,82 ton;
  4. Produksi tanaman jeruk 5,5 ton;
  5. Produksi tanaman zirzak 16,06 ton;
  6. Produksi tanaman blimbing 999,34 ton;

Produksi tanaman pisang sebesar 382,30 ton.

Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Mulai dari produk pertanian, perkebunan, maupun pertambangannya ditemukan di Pulau Sumatera hingga Papua.

Kekayaan sumber daya alam inilah yang menjadi potensi Indonesia. Sebelum mengulas lebih jauh, sebenarnya apa itu sumber daya alam?

Sumber daya alam adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Hunker dkk menyebut sumber daya alam adalah semua yang berasal dari bumi, biosfer, dan atmosfer yang keberadaannya tergantung pada aktivitas manusia.

Sumber Daya Alam yang Dapat Dipulihkan (Renewable Resources)

Aliran sumber daya tergantung kepada manajemennya dengan beberapa kemungkinan persediaannya dapat menurun, lestari atau meningkat.

Contoh sumber daya ini yakni tanah, hutan, dan margasatwa.

Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Dipulihkan (non-renewable atau Deposit Resources)

Persediaan tetap dan sumber daya alam ini terdiri dari:

  • Secara fisik persediaan akan habis seluruhnya. Contoh batu bara, minyak bumi, gas alam.
  • Persediaan menurun tetapi dapat digunakan kembali (daur ulang). Contoh kelompok logam dan karet.

Sumber Daya Alam yang Tak akan Habis (Continuous atau Flow Resources)

Sumber daya ini tersedia secara berkelanjutan. Terdiri dari:

  • Persediaannya tidak terbatas dan tidak terpengaruh oleh tindakan manusia. Contoh energi matahari, energi pasang surut.
  • Persediaannya tidak terbatas, tetapi terpengaruh oleh tindakan manusia. Contoh bentang alam, keindahan alam, ruang angkasa, dan udara.

Mengutip jurnal yang diterbitkan Universitas Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, tata kelola sumber daya alam dan status penguasaannya dibedakan atas empat kelompok, yakni:

  • Milik umum (open access)
  • Milik negara (state)
  • Milik pribadi atau perorangan (private)
  • Milik bersama (communal)

Dalam praktiknya keempat bentuk penguasaan sumber daya alam itu sering terdapat tumpang tindih karena bentuk penguasaannya terkait dengan sistem sosial dan budaya serta pandangan dunia di mana sumber daya itu berada. Tak selamanya sumber daya milik umum tidak ada pemiliknya, di Indonesia misalnya sumber daya jenis ini bisa dikuasai oleh suatu komunitas adat atau kelompok etnik.

Kemudian berdasarkan wujud fisiknya, sumber daya alam bisa dibedakan menjadi empat klasifikasi yakni sumber daya lahan, sumber daya hutan, sumber daya air, dan sumber daya mineral.

Untuk mengenal lebih jauh tentang kekayaan alam Indonesia, simak di bawah ini ya!

Hasil Pertanian di Indonesia Beserta Contoh dan Pemanfaatannya

Hasil Pertanian

Hasil pertanian di Indonesia sangat beragam mulai dari beras, alpukat, kopi, jagung, bawang, cengkih, kakao, kacang-kacangan, kina, sayuran, karet, kayu manis, kedelai, kelapa, kelapa sawit, kentang, ubi jalar, sagu, dan lainnya. Komoditi beras masih menjadi produk pertanian unggulan di Indonesia.

Mengutip situs Kementerian Pertanian berikut 10 provinsi produsen beras tertinggi tahun 2019 berdasarkan data BPS melalui penghitungan KSA:

  1. Provinsi Jawa Tengah dari luas lahan 1.678.479 Ha menghasilkan 5.539.448 ton beras.
  2. Provinsi Jawa Timur dari luas lahan 1.702.426 Ha menghasilkan 5.496.581 ton beras.
  3. Provinsi Jawa Barat dari luas lahan 1.578.835 Ha menghasilkan 5.212.039 ton beras.
  4. Provinsi Sulawesi Selatan dari luas lahan 1.010.188 Ha menghasilkan 2.899.575 ton beras.
  5. Provinsi Sumatera Selatan dari luas lahan 539.316 Ha menghasilkan 1.493.568 ton beras.
  6. Provinsi Lampung dari luas lahan 464.103 Ha menghasilkan 1.241.538 ton beras.
  7. Provinsi Sumatera Utara dari luas lahan 413.141 Ha menghasilkan 1.192.665 ton beras.
  8. Provinsi Aceh dari luas lahan 310.012 Ha menghasilkan 983.572 ton beras.
  9. Provinsi Sumatera Barat dari luas lahan 311.671 Ha menghasilkan 850.794 ton beras.
  10. Provinsi Banten dari luas lahan 303.731 Ha menghasilkan 843.627 ton beras.

Untuk diketahui, produk pertanian seperti beras, jagung, ketela dan ubi jalar bisa diolah menjadi tepung dan pengganti terigu untuk bahan membuat kue. Sementara itu, cengkih, bawang, kayu manis, merupakan tanaman obat yang berkhasiat dan mempunyai banyak manfaat.

Di sisi lain bahan pertanian yang bisa diolah menjadi minyak untuk memasak yakni sawit, jagung, alpukat, kelapa, kanola, kacang, hingga bunga matahari.

Komoditas Ekspor

Produk pertanian juga menjadi andalan komoditas ekspor di Indonesia yang banyak dimintasi pasar internasional. Mengutip situs Kementerian Pertanian, empat produk pertanian yang menjadi unggulan yakni karet, sawit, kakao, dan kopi.

Dari data Kementerian Perdagangan, ekspor karet Indonesia ke Amerika Serikat tertinggi dibandingkan China pada 2018. Kemudian ekspor kelapa sawit Indonesia menembus pasar India sebagai negara pengimpor tertinggi dunia dengan 1.4909.4 ton pada 2018 lalu mengungguli China yang mengimpor 948.1 ton pada periode yang sama.

Kemudian produk kakao Indonesia banyak diekspor ke Amerika Serikat. Pada 2018, Indonesia mengekspor kakao sebanyak 170,9 ton ke AS, dan ke Malaysia sebanyak 63,7 ton.

Kemudian hasil kopi Indonesia juga mulai tembus ke pasar Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai 138.8 ton untuk tahun 2017 dan 123.6 ton untuk tahun 2018. Lalu negara tujuan ekspor kedua ditempati Jerman dengan total ekspor mencapai 42.3 ton.

Fakta Menarik Sektor Pertanian Indonesia di Mata Dunia

Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor hasil pertanian di dunia. Berikut fakta menarik tentang sektor pertanian Indonesia di mata dunia:

1. Ekspor Produk Unggulan

Produk pertanian unggulan Indonesia antara lain kopi, rempah-rempah, karet, sawit, kakao, tembakau, vanila, dan lain sebagainya. Mengutip jurnal Ekspor dan Impor Hasil Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada 2000 permintaan dunia terhadap komoditi ini mencapai 7,4 juta ton dan mengalami peningkatan pada 2010 sebanyak 20,8 juta ton. Selain itu, Indonesia menjadi salah satu dari tiga produsen karet alam terbesar di Asia yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

2. Kompetitif di Kancah Internasional

Mengutip Kementerian Investasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia bertumbuh ke arah yang semakin baik. Pada 2018 pertumbuhan pertanian Indonesia mencapai angka di atas 9%. Pemerintah pun mengklaim pertumbuhan sektor pertanian Indonesia ini tertinggi selama 10 tahun terakhir.

3. Indonesia Ingin Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Mengutip situs Kementerian Investasi, pemerintah Indonesia cukup ambisius dalam memperhatikan sektor pertanian. Pada tahun 2020, komoditas dari sektor pertanian yang ditargetkan mencapai level swasembada adalah kedelai, dan pada tahun 2024 giliran gula industri.

Kemudian masuk ke tahun 2026 menjadi milik daging sapi dan pada tahun 2045 Indonesia ditargetkan sudah menjadi lumbung pangan dunia. Ambisi pemerintah ini mengacu pada kekayaan sumber daya alam Indonesia.

4. Ingin Menjadi Rujukan Negara Lain

Dengan membangun sektor pertanian semakin kuat, Indonesia berharap untuk menjadi rujukan bagi negara lain tentang mengurus pertanian dengan baik dan benar. Salah satu keunggulan yang dimiliki Indonesia yakni melimpahnya sumber daya alam yang ada dan sektor pertanian Indonesia di mata dunia kian hari kian kuat.

Baca Juga : https://www.myherbgardenguy.com/kembangkan-ketangguhan-sektor-pertanian-indonesia-raih-penghargaan-dari-international/

error: Content is protected !!